Sasuke's Mangekyō Sharingan

Rabu, 16 Juli 2014

antilepra


ANTILEPRA
Anti lepra ( Leprostatika )
Pengertian
Lepra atau kusta adalah suatu infeksi kronis yang terutama merusak jaringan-jaringan saraf dan kulit. Pembangkitnya adalah mycobacterium leprae yang di temukan oleh dokter Norwegia Hansen (1873) , memiliki sifat-sifat yang mirip dengan basil TBC , yaitu sangat ulet karena mengandung banyak lemak dan lilin yang sukar di tembusi obat,juga pertumbuhannya lambat sekali setelah waktu inkubasi yang lama.
Bentuk-bentuk Lepra
1.Lepra Tuberkuloid (LT) adalah bentuk tuberkulosis dan paling sering terjadi.
·         Gejala
ü  Noda pucat dikulit yang hilang rasa dan penebalan saraf yang nyeri di berbagai tempat saraf yang nyeri diberbagai tempat ditubuh biasanya dicuping telinga , muka dan kaki.
ü  Bila tidak di obati akan menjadi cacat yang hebat dan akhirnya buntung.
2.Lepra lepromateus adalah bentuk tersebar dan sangat menular , lebih sukar dan lebih lama sembuh.
·         Gejala
ü  Infeksi pada semua saraf tepi , benjol kemerahan kecil penuh kuman , dengan demam , anemia dan turunnya berat badan.
ü  Keruntuhan tulang rawan hidung menyebabkan pasien berparas singa.
ü  Kelumpuhan dan kebutaan sering terjadi pada kasus ini.
3.lepra borderline (LB) adalah kombinasi dari LT dan LL
Pencegahan
Ø  Tes lepromin
Ø  Vaksin BCG
                Tes lepromin adalah suatu injeksi intrakutan dari suspensi jaringan lepra dan digunakan untuk menetapkan apakah seseorang memiliki daya tangkis cukup terhadap lepra bentuk-L. Hasil tes negatif berarti orang tersebut sangat peka ntuk infeksi dengan bentuk tersebut.
Pengobatan
ü  Minyak kaulmogra , yang efektif untuk meredakan gejala-gejalanya tanpa menyembuhkan penyakit.
ü  Dapson
ü  Thiambusin
ü  Klofazimin
ü  Rifampisin
Efek samping
Yang terpenting adalah reaksi lepra yaitu suatu reaksi alergi yang di akibatkan oleh basil mati yang berjumlah besar di dalam jaringan-jaringan. Gejala-gejala berupa demam tinggi , radang dan nyeri sendi rasa lelah dan habis tenaga , khusus pada bentuk LL terjadi benjol-benjol merah kebiruan.
Untuk mengatasi gejala-gejala ini , obat lepra ering di kombinasikan dengan analgetik atau anti radang , atau jika lebih hebat bisa di berikan imunosuprosiva seperti korstikostreroid dan talidomid. Obat lepra tidak boleh dihentikan atau dikurangi dosisnya berhubungan meningkatnya bahaya resistensi.
Informasi obat dengan resep dokter :
1.       Dapson : diaminodifenilsulfon (DDS)
Rumus bangun obat ini mirip sulfonamida :
R-NH-C6H4-SO2-R
Indikasi : leprostatik kuat berdasarkan persaingan terhadap PABA (para amino benzoid acid)
2.       Rifampisin      klofazimin
LEPROSTATIK
          Penyakit lepra di Indonesia cukup banyak dan niernerlukan perhatian yang serius. Dalam bab ini akan dibahas antilepra golongan sulfon, rifampisin, klofazimin,  amitiozon dan  obat-obat lain, serta masalah pengobalan lepra.
1. SULFON
          Golongan sulfon merupakan derivat 4.4' diamino difenil sulfon (DDS, dapson) yang memiliki sifat farmakologi yang sama. Banyak senyawa yang telah dikembangkan, tetapi secara klinis hanya dapson dan sulfokson yang bermanfaat.
AKTIVITAS IN VITRO DAN IN VIVO.
          Aktivitas sulfon terhadap basil lepra secara in vitro tidak dapat diukur mengingat basil ini belum dapat dibiakkan dalam media buatan. Terhadap basil tuberkulosis obat ini bersifat bakteriostatik; dapson dapat menghambat pertumbuhan basil pd kadar 10 mg/ml. Penelitian pada hewan coba menunjukkan bhw sulfon bersifat bakteriostatik dengan KHM sebesar 0.02 mg/ml. Resistensi dapat terjadi selama pengobatan berlangsung.
RIFAMPISIN
          Farmakologi obat ini telah ditinjau sebagai antitlJberkulosis. Pada hewan coba, antibiotik ini cepat mengadakan sterilisasi kaki mencit yang diinfeksi dengan M. leprae dan tampaknya mempunyai efek bakterisid. Walaupun obat ini mampu menembus sel dan saraf, dalam pengobatan yang berlangsung lama masih saja diternukan kuman hidup.
          Beberapa pasien yang makan obat ini selama 10 tahun tidak timbul masalah, tetapi resistensi timbul dalam waktu 34 tahun. Atas dasar inilah penggunaan rifampisin pada penyakit lepra hanya dianjurkan dalam kombinasi dengan obat lain. Kini di beberapa negara sedang  dicoba penggunaan rifampisin bersama dapson untuk M. leprae  yang sensitif terhadap dapson, serta kombinasi rifampisin dengan klofazimin atau etionamid untuk M. leprae yang resisten terhadap dapson.
. KLOFAZIMIN
          Klofazimin merupakan turunan fenazin yang efektif terhadap basil lepra. Kedudukan obat ini sekarang ialah sebagai pengganti dalam kombinasi dengan rifampisin bila basil lepra sudah resisten terhadap dapson.
          Obat ini tidak saja efektif untuk lepra jenis lepromatosis, tetapi juga memiliki efek antiradang sehingga dapat mencegah timbulnya eritema nodosum.
          Pada pemberian oral, obat ini diserap dan ditimbun dalam jaringan tubuh. Keadaan  ini memungkinkan pemberian obat secara berkala dengan jarak waktu antar dosis 2 minggu atau lebih. Efek bakterisid klofazimin baru terlihat setelah 50 hari terapi. Dosis klofazimin untuk segala bentuk lepra ialah 100 mg  sehari.
AMITIOZON
          Obat turunan tiosemikarbazon ini lebih efektif terhadap lepra jenis tuberkuloid dibandingkan terhadap jenis lepromatosis. Resistensi dapat terjadi selama pengobatan sehingga pada tahun kedua pengobatan perbaikan melambat dan pada tahun ketiga penyakit mungkin kambuh. Karena itu amitiozon dianjurkan penggunaannya bila dapson tidak dapat diterima penderita.
          Efek samping yang paling sering terjadi ialah anoreksia, mual, dan muntah. Anemia karena depresi sumsum tulang terlihat pada sebagian besar pasien. Leukopenia dan agranulositosis dapat terjadi, tetapi yang berat keadaannya terdapat pada 0,5% pasien. Anemia hemolitik akut dapat terjadi dengan dosis tinggi. Ruam kulit dan albuminuria tidak jarang pula terlihat. Kejadian ikterus cukup tinggi  dan gejala ini menandakan  obat bersifat hepatotoksik tetapi sifatnya rreversibel.
Amitiozon  mudah  diserap melalui saluran cerna dan ekskresinya melalui urin.

PENGOBATAN LEPRA
          Pengobatan lepra juga mengalami perubahan mengikuti  suksesnya pengobatan tuberkulosis dengan paduan terapi jangka pendek.
          Di masa lalu pengobatan lepra biasanya dengan obat tunggal, kini banyak diusahakan pengobatan minimal dengan dua obat, dan rifampisin juga merupakan komponen yang penting.
          Untuk mengerti pengobatan lepra, perlu dipahami bentuk klinik penyakit tersebut.
          Dikenal dua macam pembagian penyakit lepra menurut bentuk kliniknya.
          KLASIFIKASI.
          Madrid membagi penyakit ini menjadi 4 tipe yaitu tipe indeterminate, tuberkuloid, borderline, dan lepromatosa, sedangkan Ridley dan Jopling membaginya menjadi 6 tipe yaitu tipe indeterminate (tipe 1), tuberkuloid (tipe TT), borderline tuberculoid (tipe BT), borderline atau midborderline (tipe BB), borderline lepromatosa  (tipe  BL), dan lepromatosa (tipe LL). Lepra tipe indeterminate merupakan  bentuk permulaan penyakit lepra yang memperlihatkan bermacam bentuk makula hipopigmentasi. Sekitar 75% lesi ini sembuh spontan, yang lain mungkin menetap sebagai tipe indeterminate atau berkembang menjadi bentuk-bentuk tuberkuloid,  borderline untuk seterusnya menjadi bentuk lepromatosa.
PEMILIHAN OBAT.
          Dapson atau DDS merupakan obat terpilih untuk semua tipe penyakit lepra. Obat ini digunakan baik pada terapi obat tunggal maupun kombinasi.
          Bila terjadi resistensi terhadap DDS, atau reaksi alergi, baru digunakan obat lain. Klofazimin yang beberapa tahun lalu hanya digunakan untuk menggantikan DDS, kini digunakan bersama DDS untuk lepra tipe multibasiler dan rifampisin merupakan komponen penting dalam terapi kombinasi baik pada lepra tipe pausibasiler maupun multibasiler.
          Selain itu pada reaksi lepra juga digunakan kortikosteroid untuk efek anti inflamasinya, juga digunakan klorokuin untuk efek anti inflamasinya. 
          Talidomid digunakan untuk reaksi eritema nodosum leprosum, untuk reaksi reversal obat ini tidak bermanfaat.



0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.